LEBAK, BeritaSeputarBanten.com – SMAN 2 Muncang terus memperkuat komitmen transparansi dan keterbukaan informasi di sektor pendidikan Kabupaten Lebak. Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah ini membangun sinergi dengan media lokal melalui pertemuan silaturahmi bersama Pimpinan Redaksi ArtistikNews di Kecamatan Muncang. Senin (26/1/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Langkah ini menunjukkan keseriusan SMAN 2 Muncang dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang terbuka. Selain itu, sekolah juga ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekolah dan Media Bangun Komunikasi Terbuka
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah dan media membuka ruang dialog secara terbuka. Keduanya membahas pentingnya komunikasi yang sehat serta penghormatan terhadap peran masing-masing.
Kepala SMAN 2 Muncang, Jemi Nurhadi, menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah Banten.
“Sinergi dengan media itu penting. Media berperan menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial yang perlu kita hargai bersama,” ujar Jemi.
Menurutnya, tanpa komunikasi yang baik, informasi pendidikan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sekolah memilih membuka diri dan membangun hubungan yang saling percaya.
Media Jadi Jembatan Informasi ke Publik
Lebih lanjut, Jemi menekankan bahwa era keterbukaan informasi menuntut sekolah untuk bersikap transparan. Sekolah, kata dia, tidak boleh menutup diri dari publik. Sebaliknya, sekolah perlu menggandeng media sebagai jembatan informasi antara institusi pendidikan dan masyarakat.
Dengan peran tersebut, media dapat membantu meluruskan informasi sekaligus mencegah munculnya kabar yang simpang siur. Selain itu, media juga dapat menyampaikan berbagai program dan capaian sekolah secara objektif.
Menurut Jemi, kritik dan masukan dari media yang disampaikan secara profesional justru membantu sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
“Kami terbuka terhadap kritik. Selama disampaikan secara berimbang dan profesional, kritik itu menjadi bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Lebak,” katanya.
Selanjutnya, Jemi menyoroti pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara sekolah dan media. Ia menilai komunikasi dua arah menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Dengan komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, sekolah dan media dapat saling menguatkan. Selain itu, kemitraan tersebut juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sekolah dan media memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong kemajuan pendidikan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi ArtistikNews, Mukhtar atau Ambon, menegaskan tanggung jawab besar media lokal dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang. Ia menyebut prinsip verifikasi sebagai fondasi utama dalam kerja jurnalistik.
“Setiap informasi harus diverifikasi dan disajikan secara adil. Media tidak boleh melihat persoalan hanya dari satu sisi, terutama yang berkaitan dengan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Ambon, kemitraan dengan sekolah membantu media menyajikan informasi yang utuh, kontekstual, dan edukatif bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ambon juga menyoroti maraknya oknum yang mengatasnamakan wartawan namun tidak menjalankan profesi sesuai kode etik jurnalistik. Ia menilai praktik tersebut merusak citra pers dan menurunkan kepercayaan publik.
“Jurnalisme tidak boleh menjadi alat tekanan atau intimidasi. Wartawan harus bekerja berdasarkan fakta, integritas, dan tanggung jawab moral,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa profesionalisme dan independensi menjadi pembeda utama antara jurnalisme sejati dan praktik oknum yang menyalahgunakan profesi.
Dorong Pendidikan Transparan dan Akuntabel
Sebagai penutup, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi positif antara SMAN 2 Muncang dan media lokal di Banten. Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berkomitmen mendorong terciptanya pendidikan yang transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat.

