Posted in

Presiden Prabowo Jadikan Aceh Tamiang Contoh Penanganan Pascabencana Terpadu

Presiden Prabowo meninjau pembangunan hunian pascabencana sebagai bagian dari model penanganan terpadu di Aceh Tamiang. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden).

ACEH TAMIANG, BeritaSeputarBanten.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan Kabupaten Aceh Tamiang sebagai contoh penanganan pascabencana terpadu. Dalam kunjungannya pada Kamis, 1 Januari 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Presiden menegaskan bahwa kerja cepat, koordinasi lintas sektor, dan kehadiran negara di lapangan menjadi kunci pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat bergerak sejak hari-hari awal bencana. Pemerintah langsung mengerahkan sumber daya nasional untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, tempat tinggal, dan akses kebutuhan dasar. Menurut Presiden, respons awal yang cepat menentukan keberhasilan pemulihan jangka panjang.

Hunian Dibangun Cepat Lewat Kolaborasi

Presiden menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang menjadi bagian dari strategi nasional pemulihan bencana di tiga provinsi terdampak. Pemerintah melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian, lembaga, TNI, hingga pemerintah daerah.

Hasilnya, dalam waktu delapan hari, pemerintah berhasil membangun 600 unit hunian sementara. Presiden menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa kerja terpadu mampu menghasilkan hasil konkret dalam waktu singkat.

“Ini bukti bahwa negara bisa bergerak cepat jika semua pihak bekerja bersama,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa hunian tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah menyesuaikan desain dan lokasi agar warga tetap merasa aman dan nyaman selama masa pemulihan.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penanganan bencana tidak selalu bergantung pada penetapan status bencana nasional. Selama negara memiliki kapasitas dan sumber daya, pemerintah tetap bisa bergerak cepat dan terukur.

“Kita punya 38 provinsi. Selama negara mampu menangani, kita tidak perlu menunggu label bencana nasional,” tegas Presiden.

Menurutnya, pendekatan ini memberi ruang bagi pemerintah untuk bertindak lebih fleksibel, tanpa mengurangi keseriusan penanganan. Pemerintah tetap menyiapkan anggaran, personel, dan kebijakan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kehadiran pemimpin di lokasi bencana. Dengan turun langsung ke lapangan, Presiden dapat melihat kondisi sebenarnya dan mempercepat pengambilan keputusan strategis.

Ia menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, dan unsur TNI harus berjalan ketat. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat mencegah tumpang tindih program dan memastikan setiap bantuan tepat sasaran.

“Resources kita terbatas. Karena itu, semua harus digunakan secara efektif dan tidak mubazir,” kata Presiden.

Infrastruktur Jadi Prioritas Pemulihan

Selain hunian, Presiden menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. Pemerintah memprioritaskan pembangunan jembatan, akses jalan, dan fasilitas umum agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Presiden menyebut beberapa infrastruktur bahkan dapat diselesaikan jauh lebih cepat dari estimasi normal. Menurutnya, kecepatan tersebut menunjukkan efektivitas kerja terpadu antarinstansi.

Lebih lanjut, Presiden berharap pola penanganan pascabencana di Aceh Tamiang dapat menjadi rujukan nasional. Pemerintah menilai model ini relevan diterapkan di daerah lain yang rawan bencana.

“Yang terpenting, negara hadir dan rakyat merasakan hasilnya,” pungkas Presiden.

You cannot copy content of this page