LEBAK, BeritaSeputarBanten.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Muncang tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Sekolah memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang refleksi nilai bagi siswa. Melalui peringatan tersebut, sekolah menegaskan komitmen membangun generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Jumat (30/1/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sekolah memandang penguatan nilai keagamaan sebagai fondasi penting pembentukan karakter. Tantangan era digital, pergaulan bebas, dan derasnya arus informasi menuntut siswa memiliki pegangan moral yang kuat. Oleh karena itu, sekolah merancang peringatan Isra Mi’raj dengan pendekatan edukatif dan bermakna.
Kegiatan Dirancang Sarat Pesan Moral
Peringatan Isra Mi’raj di SMAN 1 Muncang tidak berlangsung secara seremonial semata. Panitia menyusun kegiatan dengan muatan pesan moral dan keteladanan Rasulullah SAW. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.
Ketua panitia, Sandi Maulana, S.PdI, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa. Ia menilai peringatan hari besar Islam efektif dalam menanamkan nilai moral dan spiritual di lingkungan sekolah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami makna Isra Mi’raj secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari,” kata Sandi.
Ia menjelaskan bahwa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran perlu ditanamkan sejak dini. Sekolah ingin membekali siswa dengan karakter kuat agar siap menghadapi tantangan sosial maupun akademik.
Kepala Sekolah Tegaskan Peran Strategis Pendidikan
Kepala SMA Negeri 1 Muncang, Puspito, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat iman dan ketakwaan. Sekolah berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter, agar siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab,” tutur Puspito.
Ia menilai kegiatan keagamaan mampu menyeimbangkan tuntutan akademik yang tinggi. Melalui pendekatan ini, sekolah mendorong siswa mengelola emosi dengan baik. Sekolah juga berharap siswa menjaga etika pergaulan dan meningkatkan kepedulian sosial.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari para wali murid. Kehadiran orang tua menunjukkan sinergi antara sekolah dan keluarga. Keduanya memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
Para wali murid menilai kegiatan keagamaan di sekolah memberi dampak positif. Mereka melihat perubahan sikap dan kedisiplinan anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sebagai orang tua merasa bangga dan berterima kasih kepada pihak sekolah. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan keimanan yang kuat,” ungkap salah satu wali murid.
Penutup dengan Doa Bersama
Peringatan Isra Mi’raj di SMA Negeri 1 Muncang ditutup dengan doa bersama. Seluruh civitas akademika memohon keberkahan dan kekuatan iman. Mereka berharap mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, sekolah kembali menegaskan perannya sebagai ruang pendidikan karakter. SMAN 1 Muncang tidak hanya fokus mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk generasi berintegritas.
(Red).

