Posted in

Evakuasi Darurat di Sumut: 116 Warga Tewas dan 42 Hilang

Ribuan warga mengungsi di Tapanuli. Situasi pengungsian turut disampaikan Letjen Suharyanto dalam video resmi YouTube BNPB Indonesia. (Foto: Dok BNPB)

APANULI UTARA, BeritaSeputarBanten.com – Cuaca cerah mulai meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh setelah tiga hari hujan ekstrem akibat Siklon Senyar dan Siklon Koto. Meski kondisi membaik, ribuan warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu kabar keluarga yang hilang. Jumat (28/11/2025).

Kepala BNPB memimpin koordinasi dari Posko Taktis Penanggulangan Bencana di Tapanuli Utara dan melaporkan perkembangan di lapangan yang terus berubah.

“Untuk Sumatra Utara, korban meninggal dunia sudah mencapai 116 orang dan 42 masih dalam pencarian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa banyak titik longsor belum bisa dilalui tim gabungan. Warga sekitar ikut membuka akses secara manual pada siang hari untuk mempercepat proses penanganan.

Sejumlah daerah mencatat pengungsian besar. GOR Taput Teng menampung sekitar 1.100 KK, sedangkan sebuah gereja di jalur Tarutung Sibolga menampung 600 KK. Tapanuli Selatan mencatat 250 KK, Kota Sibolga 200 KK, Humbang Hasundutan 150 KK, dan Mandailing Natal sekitar 1.500 KK yang tersebar di lima titik.

“Kalau malam penuh sekali, tapi siang hari sebagian warga keluar membantu pembersihan jalur dan mencari keluarga,” kata Kepala BNPB.

Ia menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berlangsung di tiga provinsi dengan dukungan empat pesawat. Tim menjalankan operasi ini untuk mencegah hujan turun kembali saat proses evakuasi berlangsung.

Selain itu, BNPB terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, dan relawan guna mempercepat penanganan.

“Kami berharap kondisi cuaca yang membaik ini berlanjut agar proses pencarian korban bisa dipercepat,” tegasnya.

Sumber: Video resmi YouTube Sekretariat Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *