LEBAK, BERITASEPUTARBANTEN.COM – Cipayung Plus Kabupaten Lebak mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak membuka secara transparan rincian anggaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Desakan itu mereka sampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Lebak, Jumat (10/7/2026).
Gabungan organisasi mahasiswa yang terdiri atas KUMALA, PMII, IMM, HMI, IMALA, dan SEMMI menggelar aksi tersebut. Mereka bergantian menyampaikan orasi sambil membawa spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah membuka informasi anggaran KDMP.
Mahasiswa menilai masyarakat berhak mengetahui proses penyusunan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran program tersebut. Karena itu, mereka meminta pemerintah menjelaskan seluruh mekanisme anggaran secara terbuka.
Mahasiswa Desak Pemerintah Berikan Penjelasan
Koordinator aksi, Ilham Maulana Resa, meminta Pemerintah Kabupaten Lebak menjelaskan aturan, mekanisme, dan rincian anggaran pembangunan KDMP kepada publik.
“Kami meminta pemerintah membuka secara transparan aturan, mekanisme, dan rincian anggaran pembangunan KDMP. Ada sejumlah informasi yang kami terima yang menunjukkan adanya pekerjaan di luar pagu anggaran. Hal ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat,” ujar Ilham.
Ilham menjelaskan bahwa mahasiswa menyusun tuntutan tersebut setelah mempelajari informasi dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI. Menurutnya, informasi itu memperlihatkan adanya perbedaan antara pagu anggaran dan realisasi anggaran di tingkat desa.
Ia meminta pemerintah segera memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak membangun berbagai spekulasi.
Mahasiswa Tekankan Pentingnya Transparansi
Mahasiswa menilai transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan program pemerintah.
Menurut mereka, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami setiap tahapan pembangunan, mulai dari proses perencanaan hingga penggunaan anggaran.
Mereka juga meyakini penjelasan yang terbuka akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program pembangunan.
Cipayung Plus Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Selain meminta pemerintah membuka rincian anggaran, mahasiswa juga mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak meningkatkan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan KDMP.
Mereka berharap pemerintah menjalankan pengawasan secara konsisten agar seluruh pelaksanaan program tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Harapan kami pemerintah daerah memiliki sikap tegas dalam mengawal program strategis nasional ini. Evaluasi dan monitoring harus dilakukan secara maksimal, serta komunikasi dengan pemerintah pusat harus diperkuat agar tidak muncul persoalan di kemudian hari,” katanya.
Ilham menambahkan, Cipayung Plus Kabupaten Lebak siap mendukung pengawasan pembangunan KDMP melalui komunikasi dengan berbagai pihak.
Mahasiswa Soroti Akuntabilitas Anggaran
Mahasiswa juga meminta pemerintah memastikan penggunaan anggaran KDMP berjalan sesuai ketentuan.
“Kami ingin mengetahui secara jelas apakah anggaran yang digunakan benar-benar sesuai dengan ketentuan. Jika memang terdapat perbedaan yang tidak bisa dijelaskan secara terbuka, tentu hal itu harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Yang kami tuntut hari ini adalah transparansi dan akuntabilitas,” tegas Ilham.
Menurut mahasiswa, transparansi dan akuntabilitas harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat mengawasi setiap tahapan pelaksanaan program.
Aksi Berjalan Tertib
Para mahasiswa menyampaikan seluruh aspirasi secara bergantian dalam suasana tertib di depan Pendopo Bupati Lebak.
Melalui aksi itu, Cipayung Plus Kabupaten Lebak berharap pemerintah segera memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pembangunan KDMP sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran agar masyarakat dapat mengawasi program tersebut secara terbuka. (Red-BSB).
























