Posted in

UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Sebut 20–25 Orang Lakukan Penolakan

UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Sebut 20–25 Orang Lakukan Penolakan
Pengamanan aparat saat rombongan Ustaz Abdul Somad menghadiri agenda di Kutai Barat setelah sempat dihadang massa (Istimewa)

KUTAI BARAT, BERITASEPUTARBANTEN.COM – Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026), sempat diwarnai aksi penghadangan oleh sekelompok massa. Peristiwa itu terjadi saat rombongan bergerak dari Bandara Melalan menuju Kecamatan Melak. Rekaman kejadian kemudian menyebar di media sosial dan memicu perhatian publik. Meski sempat terjadi ketegangan, aparat keamanan memastikan seluruh agenda berjalan aman hingga selesai.

Kronologi Penghadangan Terjadi Saat Rombongan Bergerak

Insiden bermula ketika iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan UAS meninggalkan Bandara Melalan. Di jalur keluar bandara, sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang laju kendaraan.

Kelompok tersebut mencoba menghentikan rombongan yang menuju lokasi kegiatan di Kecamatan Melak. Situasi sempat memanas karena massa dan pengawal rombongan berada di area yang sama.

Pihak kepolisian kemudian menjelaskan jumlah orang yang ikut dalam aksi tersebut. Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, mengatakan jumlah peserta aksi tidak terlalu besar.

“Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang,” kata Sukoco seperti yang dikutip detikKalimantan, Minggu (5/7/2026).

Video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan beberapa orang naik ke bagian atas kendaraan saat mencoba menghentikan rombongan. Aparat gabungan yang telah bersiaga langsung merespons situasi tersebut.

Aparat Ubah Formasi Kendaraan Rombongan

Petugas gabungan TNI dan Polri segera mengambil langkah pengamanan setelah situasi berkembang di lokasi. Mereka mengatur ulang susunan kendaraan dan mengamankan jalur agar perjalanan tetap berlanjut.

Selain mengawal pergerakan rombongan, petugas juga memperketat penjagaan di sejumlah titik lintasan. Aparat mengambil langkah itu untuk mencegah potensi gangguan tambahan selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, polisi juga meluruskan informasi yang berkembang di lokasi. Kendaraan yang sempat dihentikan massa ternyata bukan kendaraan yang ditumpangi UAS.

“Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya,” jelas Sukoco.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page