Posted in

UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Sebut 20–25 Orang Lakukan Penolakan

UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Sebut 20–25 Orang Lakukan Penolakan
Pengamanan aparat saat rombongan Ustaz Abdul Somad menghadiri agenda di Kutai Barat setelah sempat dihadang massa (Istimewa)

Sebelum UAS tiba di Kutai Barat, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, dan unsur masyarakat lebih dulu mengadakan rapat koordinasi.

Pertemuan tersebut membahas teknis kedatangan dan pelaksanaan kegiatan selama kunjungan berlangsung. Saat itu, seluruh pihak menyepakati jalannya acara agar tetap tertib dan aman.

Namun situasi di lapangan berkembang berbeda dari hasil koordinasi sebelumnya.

“Namun ternyata di lapangan mereka tetap melakukan aksi,” ujar Sukoco.

Pengamanan Libatkan 500 Personel Gabungan

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat mengerahkan sekitar 500 personel gabungan. Pengamanan itu melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta elemen masyarakat.

Petugas menempatkan personel di sejumlah titik strategis, mulai dari jalur kedatangan hingga area kegiatan tabligh akbar. Mereka terus memantau situasi agar aktivitas berjalan tanpa hambatan.

Meski insiden terjadi saat awal kedatangan, aparat segera menstabilkan kondisi. Situasi kemudian kembali terkendali.

“Seluruh kegiatan tabligh akbar di Islamic Center maupun di Pondok Pesantren As-Salam berjalan aman dan kondusif. Tidak ada aksi lanjutan selama kegiatan berlangsung,” terangnya.

Agenda UAS Tetap Berjalan Hingga Selesai

Di Kutai Barat, UAS menjalankan dua agenda yang telah terjadwal. Kegiatan pertama berlangsung dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak.

Selain menghadiri kegiatan tersebut, UAS juga mengikuti peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.

Panitia tetap menjalankan seluruh rangkaian kegiatan sesuai jadwal. Pengamanan berlapis juga membantu menjaga kondisi tetap aman hingga seluruh agenda selesai.

Setelah kejadian di area bandara, situasi berangsur normal. Aparat memastikan tidak ada lagi pergerakan massa yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.

Koordinasi antarinstansi turut membantu menjaga stabilitas keamanan selama agenda berlangsung di Kutai Barat. (Red).

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page