Posted in

Zikir dan Doa Kebangsaan Awali HUT Ke-81 RI, Lebih dari 100 Ribu Jemaah Hadir di Monas

Redaksi, beritaseputarbanten.com
Zikir dan Doa Kebangsaan Awali HUT Ke-81 RI, Lebih dari 100 Ribu Jemaah Hadir di Monas
Zikir dan Doa Kebangsaan Awali HUT Ke-81 RI, Lebih dari 100 Ribu Jemaah Hadir di Monas (Istimewa)

JAKARTA, BERITASEPUTARBANTEN.COM Pemerintah mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100.000 jemaah dari berbagai daerah dan latar belakang agama itu menjadi momentum memperkuat persatuan, rasa syukur, serta komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan.

Doa Bersama Jadi Pembuka Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemerintah menjadikan Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai agenda pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan peserta memadati kawasan Monas untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa kebangsaan.

Panitia membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, Muhammad Zian Fahrezi, Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, membacakan Surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14.

Rangkaian tersebut mengajak masyarakat mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.

Menurutnya, bangsa yang kuat tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik. Bangsa juga memerlukan kekuatan spiritual, akhlak yang baik, dan semangat saling menghormati.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai zikir dan doa menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga Indonesia tetap damai, rukun, dan bersatu.

Panitia melanjutkan acara dengan doa kebangsaan lintas agama. Enam tokoh agama memimpin doa secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing.

Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty memimpin doa umat Kristen Protestan. Selanjutnya, Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. memimpin doa umat Katolik.

Kemudian, Pinandita Gede Pastika memimpin doa umat Hindu. Bhikku Bhadranatha, Thera memimpin doa umat Buddha.

Berikutnya, Xs. Budi S. Tanuwibowo memimpin doa umat Konghucu. H. Husni Ismail menutup doa lintas agama untuk umat Islam.

Para tokoh agama memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memohon agar bangsa Indonesia terus memperoleh kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.

Selawat dan Khotmil Qur’an Lengkapi Rangkaian Acara

Suasana khusyuk berlanjut ketika Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Selawat Kebangsaan bersama ribuan jemaah.

Sebelum acara utama berlangsung, panitia lebih dahulu menggelar pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti. Selanjutnya, Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA memimpin Doa Khotmil Qur’an.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembukaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain dihadiri masyarakat, kegiatan tersebut juga diikuti para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih serta tokoh-tokoh lintas agama.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Sumber Artikel

  • Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Rilis resmi Zikir dan Doa Kebangsaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (1/8/2026).

Terbaru Lainnya

```

You cannot copy content of this page