Klarifikasi Ketua DPRD Lebak di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Uun
Klarifikasi Ketua DPRD Lebak di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Uun (Istimewa)

Klarifikasi Ketua DPRD Lebak di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Uun

LEBAK, BERITASEPUTARBANTEN.COM – Perkara dugaan penculikan dan pengeroyokan terhadap Fam Fuk Tjhong alias Uun memasuki tahap penyelidikan setelah Ditreskrimum Polda Banten menerima laporan tersebut. Di tengah proses hukum yang berjalan, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, dr. Juwita Wulandari, menyampaikan klarifikasi dan membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan peristiwa tersebut, Senin (20/7/2026).

Polda Banten memastikan penyidik masih mengumpulkan fakta melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, serta proses pendalaman sesuai prosedur hukum.

Kasus Uun di Lebak, Ketua DPRD Sampaikan Klarifikasi

Perkembangan kasus dugaan penculikan dan pengeroyokan yang dilaporkan Fam Fuk Tjhong alias Uun terus bergulir.

Laporan tersebut sebelumnya masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten pada Minggu (19/7/2026) dengan Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN.

Dalam laporan itu, pelapor menyebut dugaan tindak pidana terjadi di Kampung Babakan Pulo RT 005/RW 004, Kelurahan Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat proses penyelidikan berjalan, perhatian publik juga tertuju pada klarifikasi Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari yang memberikan penjelasan terkait tuduhan yang menghubungkan dirinya dengan peristiwa tersebut.

dr. Juwita Bantah Keterlibatan dalam Dugaan Peristiwa

Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari menggelar konferensi pers di Gedung DPRD Kabupaten Lebak pada Senin (20/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia hadir bersama kuasa hukumnya, Dr. (HC). Acep Saepudin, untuk memberikan penjelasan mengenai isu yang berkembang.

dr. Juwita secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan penculikan maupun pengeroyokan terhadap Uun.

“Saya tegaskan kabar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh orang maupun kelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan tersebut,” ujar dr. Juwita Wulandari.

Ia menjelaskan bahwa sebelum dugaan peristiwa terjadi, dirinya memang sempat menerima pesan WhatsApp dari Uun. Namun, menurut dr. Juwita, pesan tersebut hanya ia bicarakan bersama suaminya dan tidak ia teruskan kepada pihak lain.

Selain itu, ia juga membantah pernah menghubungi organisasi kemasyarakatan yang disebut berkaitan dengan dugaan kejadian tersebut. Meski demikian, dr. Juwita mengakui dirinya merupakan pengurus salah satu organisasi kemasyarakatan.

Bagikan

Terbaru Lainnya

You cannot copy content of this page