LEBAK, BERITASEPUTARBANTEN.COM – Ketua Jaringan Pewarta Indonesia (JPI), Muktar Ambon, mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan intimidasi atau tindakan kekerasan terhadap seorang aktivis di Kabupaten Lebak yang dikenal dengan sapaan Uun. Pada Sabtu (19/7/2026), ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum, mengedepankan dialog, dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang masih memerlukan klarifikasi.
Prioritaskan Proses Hukum dan Jaga Kondusivitas
Muktar Ambon menilai masyarakat perlu memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja. Menurutnya, proses penyelidikan akan membantu mengungkap fakta sehingga publik memperoleh informasi yang akurat.
Ia juga meminta semua pihak tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga persatuan agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi konflik.
“Mari kita jaga kondusivitas Kabupaten Lebak. Jangan sampai perbedaan pendapat memicu konflik yang merugikan semua pihak. Hormati proses hukum, kedepankan dialog, dan serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta yang sebenarnya secara profesional dan adil,” tutur Muktar Ambon
JPI Soroti Informasi yang Masih Memerlukan Klarifikasi
Di tengah beredarnya informasi mengenai dugaan intimidasi atau tindakan kekerasan terhadap seorang aktivis, Muktar Ambon meminta masyarakat menyikapi setiap informasi secara bijaksana.
Ia mengatakan seluruh pihak yang berkaitan dengan informasi tersebut perlu memberikan penjelasan. Menurutnya, rekaman video yang beredar di media sosial juga masih membutuhkan klarifikasi sebelum masyarakat mengambil kesimpulan.
Ia berharap aparat penegak hukum segera menyampaikan hasil penyelidikan agar publik memperoleh informasi yang utuh.
“Apabila benar terjadi tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap seorang aktivis, tentu kami sangat menyayangkan. Negara kita adalah negara hukum. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan dengan tindakan yang mengarah pada kekerasan,” ujar Muktar Ambon.











