Forum Bahas Penguatan Kolaborasi dan Teknologi
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan. Hadir dalam forum itu Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Merry Efriana, Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), serta perwakilan Nippon Koei.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam diskusi, para peserta membahas berbagai peluang kerja sama strategis. Fokus pembahasan mencakup penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, hingga integrasi data risiko bencana.
Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan pandangan terkait model kolaborasi yang lebih efektif antara pemerintah dan sektor swasta.
Pengalaman Internasional Jadi Bahan Pembelajaran
Perwakilan Nippon Koei turut memaparkan pengalaman penanganan bencana dari Jepang serta beberapa negara lain. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk memperkuat sistem kebencanaan di Indonesia.
Model kerja sama lintas sektor yang diterapkan di berbagai negara itu dianggap dapat menjadi referensi penting, terutama dalam penguatan rantai pasok, pembangunan infrastruktur strategis, serta pengelolaan data risiko bencana.
Dengan pembelajaran tersebut, Indonesia diharapkan dapat mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang lebih modern dan terintegrasi.
Kemenko PMK menegaskan bahwa hasil forum ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kolaborasi lintas sektor di Indonesia. Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem ketangguhan bencana yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan dunia usaha yang lebih luas, pemerintah berharap respons terhadap bencana dapat berjalan lebih cepat, mulai dari tahap kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
























