LEBAK, BeritaSeputarBanten.com – Pahlevi alias Pekuk angkat bicara menanggapi isu dugaan pungutan Rp1 juta yang ramai diberitakan salah satu media online. Ia membantah tuduhan tersebut dan menilai informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui. Rabu (06/05/2026).
Pahlevi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam permintaan uang seperti yang dituduhkan. Ia juga mengaku tidak mengetahui asal-usul tangkapan layar percakapan yang tersebar di publik.
“Saya tegaskan bahwa tuduhan adanya pungutan Rp1 juta itu tidak benar. Saya tidak tahu-menahu soal itu. Screenshot yang beredar juga tidak saya ketahui asal-usulnya,” ujar Pahlevi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (06/05/2026).
Ia menjelaskan alasan mengapa dirinya sempat tidak merespons komunikasi dari wartawan. Menurutnya, saat itu ia sedang menghadapi kondisi darurat keluarga yang mendesak.
“Saat itu saya memang berjanji untuk bertemu di Mapolres Lebak. Namun kondisi ibu saya sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit di Bogor. Saya sedang dalam perjalanan, sehingga belum bisa merespons dengan baik,” jelasnya.
Pahlevi juga meluruskan isi percakapan yang beredar dan dikaitkan dengan pihak tertentu. Ia menyebut adanya kesalahpahaman dalam penafsiran informasi tersebut.
“Nama ‘WHD’ yang disebut dalam percakapan itu bukan merujuk pada oknum aparat, melainkan nama perusahaan, yaitu PT. Wasilah Hendita Dasra,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dana yang sempat disebut berkaitan dengan komunitas Kobam bukanlah pungutan. Menurutnya, hal itu hanya bentuk kebersamaan antaranggota.
“Memang ada uang untuk teman-teman, tetapi sifatnya hanya kebersamaan, bukan pungutan seperti yang dituduhkan,” tambahnya.
Jumlah Pengunjung 98Pages: 1 2
You cannot copy content of this page

