Posted in

Strategi Humanis Pemprov Banten Kejar Tunggakan PKB, 960 Pegawai Bapenda Turun ke Lapangan

Foto: Pegawai Bapenda Provinsi Banten mengikuti apel penataan dan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Plaza Aspirasi KP3B Kota Serang, Jumat (17/4/2026). (Sumber: bantenprov.go.id)

BANTEN, BeritaSeputarBanten.com -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat optimalisasi pendapatan daerah. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan turun langsung mendatangi kediaman wajib pajak (WP) yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara humanis.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menyampaikan langkah tersebut saat memimpin apel bersama pegawai Bapenda Provinsi Banten dalam rangka penataan dan pemungutan PKB di Plaza Aspirasi, KP3B Kota Serang, Jumat (17/4/2026).

“Inovasi Bapenda Banten ini merupakan langkah strategis yang dilakukan seluruh jajaran untuk mengamankan target pendapatan daerah agar dapat terealisasi dengan optimal,” ujarnya.

Pendekatan Humanis dan Edukatif

Rina menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak bersifat represif, melainkan mengedepankan edukasi persuasif. Para pegawai Bapenda akan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak serta manfaatnya bagi publik.

“Kita lakukan sosialisasi secara humanis. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan publik lainnya,” katanya.

Selain itu, Rina juga mendorong seluruh aparatur Bapenda untuk meningkatkan kinerja dan inovasi.

“Pegawai harus menjadi beyond (melampaui ekspektasi, red), tidak boleh patah semangat. Perlu kolaborasi, penguatan pendataan, serta sinergi untuk mencapai target bersama,” tegasnya.

Program Jemput Bola Door to Door

Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah, menjelaskan bahwa seluruh pegawai, termasuk staf administrasi, akan terlibat dalam program jemput bola melalui metode kunjungan langsung ke rumah wajib pajak.

“Metode door to door akan kami mulai di awal triwulan ke-II ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pegawai akan menjalankan 10 kegiatan sosialisasi penagihan setiap bulan. Dengan jumlah pegawai saat ini mencapai 960 orang, potensi capaian penagihan dapat mencapai 9.600 tunggakan setiap bulannya.

“Target ini realistis dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” jelasnya.

Kolaborasi dan Target Kinerja

Bapenda juga menggandeng pemerintah kabupaten dan kota se-Banten dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena daerah turut menerima opsen atau bagi hasil pajak kendaraan bermotor.

“Akan kami lakukan bersama kabupaten dan kota karena berperan sangat penting dalam mendorong capaian pajak daerah,” tambahnya.

Berly kembali menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan edukasi dan literasi, bukan penagihan yang bersifat memaksa.

“Arahan pak gubernur dan pak wakil gubernur jelas, pendekatan harus humanis dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pajak bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Pelaksanaan Fleksibel dan Evaluasi Kinerja

Petugas akan melaksanakan kunjungan langsung ke rumah wajib pajak di luar jam pelayanan, yakni setelah pukul 16.00 WIB. Bahkan, mereka juga dapat melakukan kegiatan pada malam hari maupun akhir pekan tanpa mengganggu pelayanan di kantor Samsat.

Untuk menjaga kinerja tetap optimal, Bapenda menerapkan skema reward and punishment berbasis capaian kinerja pegawai.

“Kinerja akan dilinierkan dengan pemberian insentif setiap tiga bulan. Jika target tidak tercapai, akan berdampak pada pengurangan insentif,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page