Posted in

Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Tata Kelola Negara dan Penutupan Kebocoran Anggaran di Munas NU 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Tata Kelola Negara dan Penutupan Kebocoran Anggaran di Munas NU 2026
Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan tata kelola negara dan penutupan kebocoran anggaran dalam Munas NU 2026 di Bangkalan. presidenri.go.id.(Istimewa)

BANGKALAN, BeritaSeputarBanten.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan pemerintahannya yang berfokus pada penguatan tata kelola sumber daya negara serta penutupan kebocoran anggaran yang dinilai berpotensi menghambat percepatan pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam kesempatan itu, Presiden tidak hanya memaparkan capaian pembangunan, tetapi juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara. Selain itu, ia kembali menekankan bahwa pemerintahan yang bersih menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

Ulama Jadi Sorotan dalam Penyampaian Arah Kebijakan

Presiden Prabowo membuka sambutannya dengan menyoroti peran strategis para ulama di tengah masyarakat. Ia menilai ulama memiliki kedekatan langsung dengan warga sehingga perlu memahami arah kebijakan pemerintah secara lebih utuh.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi elemen penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi beberapa data. Karena para ulama adalah pemimpin yang paling dekat sama rakyat. Para ulama berhak untuk mengerti,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menilai pemahaman ulama terhadap kebijakan negara dapat memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di berbagai daerah.

Pembangunan Jalan Desa Tembus 1.151 Kilometer

Selain membahas tata kelola pemerintahan, Presiden Prabowo juga memaparkan capaian konkret pembangunan infrastruktur nasional, khususnya pada sektor jalan desa dan jalan daerah.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah meresmikan pembangunan jalan dengan total panjang mencapai 1.151 kilometer sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya baru saja tadi meresmikan 1.151 kilometer jalan, jalan desa, jalan daerah. 1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun. 5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer. Bayangkan kalau 20 triliun, berapa ribu jalan yang bisa kita bangun. Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita. Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki,” ungkap Presiden.

Kemudian, Presiden menekankan bahwa efektivitas penggunaan anggaran akan sangat menentukan luasnya dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat secara langsung.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Kebocoran Anggaran

Di sisi lain, Presiden Prabowo kembali menyoroti persoalan kebocoran anggaran negara yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan untuk menekan potensi kebocoran agar tidak menghambat program pembangunan.

“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” tegas Presiden.

Selain itu, ia menilai bahwa penguatan pengawasan anggaran akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

You cannot copy content of this page