LEBAK, BeritaseputarBanten.com – Rangkaian pasca Rapat Kerja Cabang (Rakercab) organisasi masyarakat GRIB JAYA di Kabupaten Lebak dilanjutkan dengan rapat evaluasi yang digelar di Hotel Grand Kaisha. Agenda ini menjadi ruang penajaman kinerja organisasi, bukan sekadar lanjutan kegiatan, melainkan upaya memperkuat efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Berbeda dari sekadar forum lanjutan Rakercab, rapat evaluasi ini menempatkan capaian kerja sebagai fokus utama penilaian. Seluruh jajaran pengurus inti DPC GRIB JAYA Lebak turut hadir, termasuk Ketua Aki Uding, Sekretaris H. Ade Irawan, M.O.T., Wakil Ketua I Arip, serta Bendahara DPC.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk membaca ulang hasil kerja organisasi, mengidentifikasi hambatan, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang lebih terukur.
Rakercab Tidak Berhenti di Perencanaan
Rakercab yang sebelumnya digelar di Gedung PGRI Kabupaten Lebak menjadi titik awal penyusunan program kerja organisasi. Namun, hasil dari forum tersebut tidak berhenti pada tataran perencanaan semata.
Dalam proses lanjutan, organisasi menempatkan evaluasi sebagai instrumen utama untuk memastikan seluruh keputusan Rakercab benar-benar berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Pendekatan ini menunjukkan adanya penekanan pada pengawasan dan pengukuran kinerja secara langsung.
Dengan demikian, Rakercab tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga dasar yang harus diuji melalui implementasi di lapangan.
Evaluasi di Grand Kaisha Fokus pada Realisasi Program
Rapat evaluasi yang digelar di Grand Kaisha Hotel difokuskan pada pembacaan capaian program kerja yang sudah berjalan. Forum ini menjadi ruang untuk menilai sejauh mana rencana yang disusun dalam Rakercab dapat direalisasikan secara konkret.
Dalam diskusi internal tersebut, pengurus membahas berbagai aspek, mulai dari efektivitas pelaksanaan program, hambatan di lapangan, hingga pola koordinasi antarstruktur organisasi.
Evaluasi juga menyoroti pentingnya konsistensi pelaksanaan program agar tidak terjadi kesenjangan antara perencanaan dan implementasi. Pendekatan ini menempatkan kerja organisasi dalam kerangka yang lebih terukur dan berkelanjutan.
























